Sabtu, 17 Maret 2018

Aku & Cerita

Setelah meninggalkan masjid Istiqlal diperjalanan mulai kembali ku ingat 3 hari yang berlalu begitu cepat, setelah penantian panjang menunggu hari itu tiba....

Jauh sebelum hari itu tiba, disaat aku diminta oleh saudara ku yang sedang hajatan untuk menjaga bakul nasi alias prasmanan makanan lalu ku mendapatkan sebuah pesan singkat dari jagoan beswan IPB yang berisi "Mur, lagi sibuk apa?", lantas ku balas "Lagi jaga bakul nasi Kak" tanpa basa basi langsung saja ku foto yang ada di hadapan ku dan ku kirimkan langsung. Lalu beliau langsung dengan sigap membalasnya "Wah pas banget Mur, mau nawarin kamu buat jadi panitia konsumsi lagi untuk kegiatan gathering Bazma nanti" dengan cepat pula ku balas "Siapp 86 Capt !" ....

Jadi terbentuklah kepanitiaan gathering Bazma yang di bina langsung oleh Bapak yang sangat ku hormati dan ku banggakan Ketua Harian Bazma yakni Bapak Sukendar
Dan diketuai oleh Kakak IPB terhebat dan tertangguh yang selama ini ku kenal, yakni Kak Wahyu Utomo
Lalu ada panitia lain yang tidak kalah hebat dan kece dari pembina dan ketua itu tersebut yang terdiri dari berbagai divisi. Karena sejatinya segalanya dapat terbentuk jika adanya kerjasama yang solid dan dukungan dari internal maupun eksternal lain. 

Sebelum hari itu tiba, kami semua dikumpulkan menjadi satu tetapi ada pengecualian bagi beswan di luar jabodetabek untuk tidak mengapa jika tidak mengikuti technical meeting yang diadakan di Universitas Indonesia. Nah tugas bagiku dan tim konsumsi lain ialah menyiapkan makanan ringan tetapi harus tetap mengenyangkan diperut mereka, mulailah Aku berdiskusi bersama 4 kawanku yang lain yakni yang di imami oleh Kang Dahlan beswan dari Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran dan rekan ku yang lain yakni Fadhil beswan dari Politeknik Negeri Jakarta, Rere beswan dari Universitas Indraprasta PGRI dan tidak lain lagi satu lagi teman sejawat ku dari Universitas tercinta Universitas Negeri Jakarta yakni Hikma.




Ini adalah foto kami, tim konsumsi di Nite Vaganza
Kami selalu berdiskusi dan saling memberikan amanah yang berbeda-beda setiap orang dimana Kang Dahlan sangat mempercayai bahwa kami mampu bekerja secara tim. Technical meeting tiba, tetapi semua tidak sesuai rencana bahwa kegiatan tidak akan sampai melewati batas keroncongan perut yang maksimal yang seharusnya sudah diganjal dengan makanan berat. Maafkan kami tim konsumsi yang masih kurang banyak berpikir makanan berat tetapi terkesan ringan. Tugas technical meeting selesai, berlanjut ke tugas pembagian makanan sebelum keberangkatan ke Patra Comfort Anyer. Belajar dari kesalahan sebelumnya, dan juga di grup kami ada komandan teratas yakni Kak Tomo yang menyarankan ingin makan ayam sebelum berangkat ke tempat tujuan untuk bekal perjalanan. Langsung lah Aku menjalankan tugas ku untuk melakukan survey yang jualan ayam sekitaran meeting point dan bisa diantar jam 6 pagi, tidak begitu sulit bagiku untuk mencarinya karena banyak sekali dijaman yang seperti ini berjualan paket ayam dan nasi dengan harga yang bervariasi tetapi cukup sedikit yang bersedia untuk mau mengantarkan paket ayam 160 pcs di antar jam 6 pagi. Tetapi berkat bantuan murid PKBM ku maka bertemulah Aku dengan Roger, ya ayam itu. Hehe...
Saat itu ku pesan hari Senin siang dan kondisi ku saat itu malamnya harus berangkat ke Cilacap, Jawa Tengah untuk menghadiri acara 7 bulanan saudara ku, perjalanan 9 jam menggunakan jalur kereta ku lalui sembari memberitahukan kabar bahwa Roger sudah ku pesan. Sesampainya pagi disana sama sekali hape 3G ku tidak mendapatkan sinyal, sampai ku harus naik gunung yang lebih tinggi dulu barulah ku dapatkan sinyal dan berita yang menurutku hampir buruk yaitu Roger ingin digantikan dengan yang lain karena mereka belum mendapatkan konfirmasi lagi dariku. Tanpa berpikir panjang ku coba telpon Kang Dahlan dan menjelaskan bahwa tidak enak hati jika sampai Roger digantikan dengan yang terlebih juga dikenalkan oleh murid PKBM ku, akhirnya Selasa siang itu juga Kang Dahlan langsung ke tempat dimana Roger berada. Alhamdulillah langsung di-DP, tetapi ada kejadian sangat menegangkan setelah pembayaran DP tersebut selesai yakni kuda besi yang diparkirkan di pinggir jalan dekat Roger sudah tidak ada dan membuat seisi grup panitia panik bukan kepalang dan Aku pun juga sangat takut pas membacanya jika beneran hilang. Setelah satu jam dilakukan pencarian alhamdulillah kuda besi kesayangan Kang Dahlan kembali ke pelukan, dan ternyata dipindahkan karena mengganggu arus lalu lintas pengendara lain. Gosipnya bukan kali pertama Kang Dahlan mendapatkan hal seperti ini, hihi lain kali jangan parkir sembarangan yaaa Kang.✌✌✌
Aku pulang ke Jakarta Kamis pagi karena memang berangkat gathering terjadwalkan Jumat pagi. Jumat pagi pun tiba entah mengapa ku ingin berangkat pagi dan harus berangkat bersama paket ayam, menurut jadwal ayam harus sampai di Istiqlal jam 6 pagi, tetapi karena ada beberapa masalah lalu lintas ngaret hingga 30 menit, duhhh maafkan daku. Masalah makanan selesai lanjut ke pembagian obat per bis yang dikomandoi oleh Ukap yakni batch 4 yang memang sudah mumpuni di bidang dunia permedisan, selain itu kami tim konsumsi yang merangkap menjadi P3K juga membuka rekrutmen bagi mereka batch 3 yang juga mengerti dengan hal P3K alhasil Nuni dari STEI Sebi, Siti dari UI dan Ukap tentunya dari UNINDRA. Ternyata masalah tidak hanya datang di awal saja, tetapi datang lagi ketika bus sudah berangkat yakni berlebihnya makanan di bis 3 sehingga di bis 2 kekurangan makanan dengan memanfaatkan HT yang ada setelah keluar parkir dapat pindah juga lah makanan berlebih tersebut ke bis 2. Alhamdulillah semuanya kebagian makanan, setelah masalah perut amaan, lanjut ke pembagian seminar kit, jaket dan kaos dimana Aku benar-benar bersyukur mendapatkan seminar kit payung di musim yang tidak menentu ini.
Setelah 3 jam perjalanan, sampailah kami di Patra Comfort Anyer
 Hasil gambar untuk patra comfort anyer
Setelah sampai kami disuguhi welcome drink yang rasanya begitu asing di mulutku ini, ada yang bilang gingseng, ada yang bilang juga ada rasa seperti tembakau, apapun itu aku hanya minum satu teguk saja. Selanjutnya  makan siang yang memang sedari tadi sudah ku tunggu karena sudah merasakan perut yang keroncongan, Alhamdulillah perutku dimanjakan oleh makanan yang sangat lezat. Selanjutnya yaitu pembukaan yang dibawakan oleh Milea dan Wati yang memandu acara kami sejak technical meeting kemarin, dan sambutan-sambutan yang diberikan oleh ketua acara, ketua paguyuban, dan juga ketua harian Bazma. Kami diberikan wejangan demi wejangan yang paling teringat dikepalaku yakni kita harus tetap selalu bersyukur bukan hanya dalam ucapan lisan saja, tetapi juga perbuatan. Sebelumnya kami semua diminta untuk menampilakan yel-yel per kamar tapi apa daya karena waktu yang terbatas hanya bebertapa kelompok saja yang berhasil kebagian menampilkan yel-yel terbaik mereka. Tetapi kami diberikan kesempatan untuk perkenalan diri dan itu sudah cukup bagiku untuk dapat mengenali wajah baru dalam keluarga ku ini.Setelah semakin sore kami langsung segera dibagikan kunci kamar, dimana kamar kami terletak sebelum rumah ujung yang memang artinya cukup jauh. Tetapi tak apa kami bersyukur mendapatkan kamar yang sangat baik dari segi apapun. Malam harinya kami disuguhi brainstorming oleh kaka-kaka hitz batch 1 yang membuat mata kami semakin terbuka lebar melihat isu-isu yang ada disekeliling kami.

Hari kedua kami benar-benar diberi suguhan daging kualitas tinggi, dimana ilmu yang diberikan oleh beliau-beliau pejabat tinggi di Pertamina yang memang sudah expert dibidangnya. Baru materi pertama aku langsung di buat shock, karena memang materi yang diberikan membuat kami terheran-heran betapa majunya dunia ini disaat kami atau aku terutama masih terjebak dalam dunia yang hanya itu-itu saja. Setelah mendapatkan materi tersebut semakin merasa kecil lah aku yang memang belum melek melihat ke luar negeri yang ternyata perkembangan zamannya sudah sangat maju pesat. Materi demi materi kami dapatkan yang sudah ditransfer ke dalam gelas kosong yang sedikit demi sedikit mulai penuh. Setelah semua materi selesai malam hari kami diminta untuk menampilan pertunjukan per kampus dimana setipap kampus diberikan waktu 10 menit untuk menampilkan persembahan terbaiknya, sebelum acara persembahan per kampus, diadakan dulu acara serah terima jabatan dimana ketua paguyuban sudah resmi berganti menjadi Kang Dahlan dari Ka Fadly. Setelah acara serah terima jabatan dilanjut pula kegiatan persembahan per kampus dengan penampilan yang sangat kece-kece yang membuat kami kampus UNJ merasa malu karena kami hanya bisa melakukan penampilan seperti itu saja dan tidak seperti kampus lain yang memang sudah sangat matang penampilannya. Ternyata sangat tidak berasa malam minggu bersama keluarga Bazma ku hingga waktu sudah menunjukan tengah malam, euforia yang terasa masih sangat berkesan di pikiran ku. Hari berganti dan ini merupakan hari terakhir bersama keluarga ku, diawali dengan sarapan pagi selanjutnya senam dan diadakan lomba antar kamar. Setelah itu kami diberikan fasilitas wahana laut yakni banana boat, sungguh sangat luar biasa Bazma membahagiakan para scholarsnya. Setelah semua selesai dan penutupan tibalah kami dihadapkan dengan kenyataan bahwa kami semua harus berpisah dan akan dipertemukan kembali bila nanti ada event bersama lagi yang diakukan oleh seluruh Scholars Bazma. Terimakasih Bazma atas kempatan yang sanagat luar biasa ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar